MAKALAH
BAHASA
TUBUH SEBAGAI KOMUNIKASI NON VERBAL
DISUSUN
OLEH
BIMARISKY
RAHMATTULLAH
09151008
INSTITUT
TEKNOLOGI KALIMANTAN
JURUSAN
SAINS, TEKNOLOGI PANGAN, DAN KEMARITIMAN
TEKNIK
PERKAPALAN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam Faktanya Penelitian telah menunjukkan bahwa
80% komunikasi antara manusia dilakukan secara non verbal. Banyak interaksi dan
komunikasi yang terjadi dalam masyarakat yang berwujud nonverbal. Komunikasi
nonverbal ialah menyampaikan arti (pesan) yang meliputi ketidakhadiran
symbol-simbol suara atau perwujudan suara.Salah satu komunikasi non verbal
ialah gerakan tubuh atau perilaku kinetic, kelompok ini meliputi isyarat dan
gerakan serta mimic.Cara anda memuntir rambut atau menyentuh hidung, cara anda
melipat tangan atau menyilangkan kaki, mengungkapkan banyak hal tentang Anda
serta orang lain.
Di sebuah wawancara kerja, postur tubuh Anda
mengatakan lebih banyak hal tentang Anda dibandingkan surat lamaran atau resume
itu sendiri. Cara Anda duduk, tersenyum, dan menggunakan tangan mengatakan
banyak hal tentang Anda. Apakah anda bersikap terbuka atau menyembunyikan
sesuatu. Dengan mengetahui apa arti bahasa tubuh, anda dapat melihat perasaan
seseorang yang sebenarnya, walau pun mereka tidak ingin mengatakannya kepada
anda. ‘Bahasa tubuh’ kedengarannya seperti sebuah kontradiksi. Kita biasanya
berbicara melalui mulut. Namun penelitian makin menemukan bahwa bahasa tubuh
itu benar-benar sebuah bahasa. Mungkin dapat anda bayangkan kata-kata dan
kalimat-kalimat yang terdiri dari gerak isyarat tubuh disengaja dan
‘tanda-tanda’ dari alam bawah sadar yang tidak disadari. Beberapa diantaranya
merupakan gerakan-gerakan gugup yang cepat, merupakan tanda-tanda kecil yang
hanya dapat ditangkap melalui pengawasan yang cermat. Sebuah geraka ntubuh
seperti menjabat tangan seseorang adalah sebuah kata.
Bahasa tubuh dapat memeberi tekanan atau berlawanan
denga napa yang sedang kita ucapkan. Jika anda harus bersikap sopan terhadap
seseorang yang tidak and a sukai mungkin and amengucapkan kata-kata yang benar,
namun tubuh anda memberontak. Mungkin anda menjabat tangan mereka sebentar
mungkin, atau mencoba menghindar dari tatapan mata. Disini bahasa tubuh
berlawanan dengan bahasa ucapan. Anda mengirimkan 2 macam tanda yang berbeda.
Bahasa ucapan mengatakan “saya suka kamu”; bahasa tubuh mengatakan “saya tidak
suka kamu”. Jika si penerima mengerti bahasa tubuh, ia tidak akan terkelabui.
Kecuali, jika anda seorang pemakai bahasa tubuh yang ulung dan mengetahui
bagaimana caranya supaya anda terlihat benar berperasaan positif. Hanya seorang
yang ahli sekali dalam bahasa tubuh yang dapat melihat tanda-tanda yang sangat
kecil yang mengungkapkan perasaan anda yang sesunggguhnya. Dalam kehidupan anak
misalnya, anak-anak belajar beberapa hal tentang bahasa tubuh pada saat mereka
tumbuh dan berkembang. Pada umur sepuluh, mereka tahu bahwa jika mereka
berbohong dan tidak ingin mengaku, mereka harus mencoba untuk tidak menunduk
dan melihat ke bawah atau tidak menutup bibir dengan tangan mereka. Kita semua
memiliki beberapa pemahaman tentang bahasa tubuh, kecuali jika kita buta emosi.
Anda tidak perlu mempunyai ijasah dalam ilmu psikologi untuk mengetahui bahwa
seorang wanita yang memegangi kepalanya dengan tangannya sedang tidak
bergembira.
Argyle dan mitra kerjanya menyatakan bahwa ketika
orang bertemu, berbicara atau melakukan apa saja secara bersama-sama, maka
tingkah laku ini harus dilihat sebagai “interaksi”. Ini menekankan betapa
banyaknya faktor-faktor yang berbeda yang berperan di dalam hubungan antara
orang-orang. Sebuah cara yang bagus untuk meneliti sebuah interaksi adalah
menganalisis tiga unsur yang ada didalamnya yaitu konteks, teks dan subteks.
Konteks adalah situasi umum dimana pertemuan atau pertukaran antar manusia
tersebut terjadi. Pergi makan siang adalah suatu peristiwa yang berbeda
tergantung dengan siapa anda pergi makan siang. Makan siang singkat dengan
teman sekerja di kantor atau makan siang dengan kekasih atau makan siang dengan
calon kekasih, akan memiliki dinamika yang berbeda.
I.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah
diuraikan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ”Bagaimana bahasa
tubuh sebagai salah satu komunikasi non verbal ”
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Konsep Dasar Bahasa Tubuh
Menurut
David Cohen dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan” yang menjelaskan tentang
bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga
menyingkapkan topeng-topeng kita. Manusia belajar menggunakan topeng sejak
kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak
isayarat-isyarat nonverbal tantang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi
hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang
dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan
keahlian dan latihan. Apa yang dapat
menerobos topeng yang kita pakai adalah apa yang disebut oleh para ahli
psikologi sebagai “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin
kita berikan namun tidak dapat terkontrol. Mengatur ekspresi wajah sangat mudah
dilakukan. Jika anda tidak ingin tampak sedih, anda dapat berpura-pura. Lebih
sulit mengatur nada suara kita atau gerakan tubuh, mereka ini sering “bocor”.
Pelajari mereka dan anda akan segera tahu banyak tentang apa yang sedang
dipikirkan orang lain. Cara seseorang
berbicara mencerminkan kepribadiannya. Beberapa orang bicaranya keras dan tanpa
henti; orang lainnya sukar dimengerti dan beberapa sangat diam. David Cohen tidak
menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu cenderung memiliki
gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa penelitian
yang baik tentang kepribadian, menunjukkan kontras antara ekstravert, yang
ceria, ramah, cepat, tidak teliti, suka humor, tidak sabar dan memiliki
metabolisme yang tinggi dengan introvert yang teliti banyak cemas, lamban, dan
kurang kemampuan dalam sosialisasi. Kepribadian yang satu tidak lebih baik dari
kepribadian lainnya. Mereka adalah gaya, tapi gaya yang terungkap melalui
bahasa tubuh. Dalam hubungan antar
pribadi, banyak orang merasa berada dibawah tekanan untuk tidak menunjukkan
perasaan mereka. Kita hidup melalui suatu periode perubahan
sosial yang kompleks,
membuat banyak dari kita merasa lebih aman bersembunyi dibalik kedok. Dalam kamus komunikasi dari Onong U. Effendy
bahwa Kinesic Communication atau komunikasi kial/komunikasi kinesik adalah
komunikasi yang dilakukan dengan gerakan anggota tubuh; salah satu jenis
komunikasi nonverbal. Peter Clayton
dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari” mengungkapkan bahwa Apa
yang disebut dengan bahasa tubuh ? saya telah mengajukan pertanyaan ini kepada
orang yang tak terhitung banyaknya. Jawaban yang mereka berikan tanpa kecuali
sesuatu yang sejalan dengan komunikasi nonverbalyang menurut hemat saya tidak
salah sejauh ini. Akan tetapi, jawaban itu tidak benar-benar menjelaskan
kebenaran alami dari bahasa tubuh. Selama bertahun-tahun saya berusaha untuk
menyingkat pengertian ini menjadi beberapa kalimat sederhana. Alo Liliweri dalam buku “komunikasi verbal
dan nonverbal” menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah gerakan ; tubuh yang
merupakan sebagian perilaku nonverbal (termasuk yang anda miliki) dapat
disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu sangat bergantung
dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain. Dalam bagian ini akan diuraikan
komunikasi nonverbal “gerak tubuh” atau yang disebut kinesik.
2.2. Sejarah
Singkat Tentang Bahasa Tubuh Selama
berabad-abad,
penulis-penulis
besar seperti Shakespeare, telah mengetahui bahwa sikap dan gerakan tubuh
mencerminkan suasana hati. Pada cerita “Malam Kedua-belas”, Malviolo, pelayan
Olivia, membuat dirinya konyol dengan mengenakan ikat kaos kaki kuning dan
bertingkah laku aneh. Tetapi tidak ada penelitian yang teratur tentang
bahasa tubuh sampai tahun 1960-an. Lalu seorang ahli
psikologi Amerika Paul Elkman meneliti bagaimana kemampuan kita membaca
pesan-pesan tanpa kata dari wajah-wajah orang. Seorang ahli psikologi Ingggris
Michael Argyle, dari Universitas Oxford, mempelajari bahasa tubuh jenis lain
yaitu gerak isyarat tubuh, sejauh mana kita menjadi akrab dengan seseorang jika
kita menyentuh seseorang dan dimana kita melakukannya.
Argyle
dan Elkman keduanya menekankan bahwa bahasa tubuh adalah sungguh-sungguh sebuah
bahasa. Anda tidak dapat melihat suatu gerakan tubuh secara tersendiri. Anda
harus mempelajari pola yang utuh tentang gerakan tubuh, sikap tubuh, dan nada
dari suara untuk dapat mengerti situasi secara menyeluruh. Sebagaian dari seni
membaca bahasa tubuh adalah menempatkan semua tanda didalam “kelompok”, jadi
seperti menyusun kata-kata menjadi kalimat yang dapat dimengerti.
BAB III
KESIMPULAN
Dalam
Faktanya Penelitian telah menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara manusia
dilakukan secara non verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam
masyarakat yang berwujud nonverbal. Komunikasi nonverbal ialah menyampaikan
arti (pesan) yang meliputi ketidakhadiran symbol-simbol suara atau perwujudan
suara.Salah satu komunikasi non verbal ialah gerakan tubuh atau perilaku
kinetic, kelompok ini meliputi isyarat dan gerakan serta mimic.Cara anda
memuntir rambut atau menyentuh hidung, cara anda melipat tangan atau
menyilangkan kaki, mengungkapkan banyak hal tentang Anda serta orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Blake,
Reed H. Haroldsen, Edwin O. 2003, Taksonomi Konsep Komunikasi, Surabaya,
Papyrus Clayton, Peter, 2003, Bahasa Tubuh dalam Pergaulan Sehari-hari.
London, Part of Octopus Publishing Group Ltd. Cohen, David, 1992, Bahasa Tubuh dalam Pergaulan, London,
Sheldon Press, SPCK. Effendy, Onong U. 1989, Kamus Komunikasi, Bandung, Mandar
Maju Lim Nan Sen, Irwin. 1987, Bahasa Tubuh/Body Talk, Batam, Inter Aksara Liliweri, Alo. 1994, Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Bandung, PT.
Citra Aditya Bakti Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar.
Bandung, PT. Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar